Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2022

MBAH JUM

MBAH JUM 

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal. 

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget. 

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?” 

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya). 

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS UNTUK KEBAIKAN DAN KEBAJIKAN...

Oleh : Irene Radjiman

Kisah diatas bukan lah kisah seorang Ulama ataupun Waliyullah. Hanya kisah seorang perempuan biasa yg mampu membuat iri seluruh penghuni Alam. 
😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ketika yang Halal Tercampur yang Haram

Seseorang datang kepada Imam Syafi’i untuk mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami.
Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya, Imam Syafi’i justru
menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i
memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham.
Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran. Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia
menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia
menanyakan apa rahasia di balik itu
semua?
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham.
Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercambur dengannya.
Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:
ﻟﻴﻜﺜﺮﻩ ﺍﻟﺤﻼﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﺟﻤﻊ ﻓﺒﻌﺜﺮﻩ ﺍﻟﺤﻼﻝ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﺩﺧﻞ
Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak. Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia t6&merusaknya.
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar
bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang
diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang
ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.

apakah kita jg seperti itu ?? merasa selalu kurang ?? Bayarlah zakat (wajib, termasuk rukun islam) maal dan perbanyaklah sedekah (sunnah)
mudah2an bermanfaat. aamiin.

Sumber: grup elektro ITI dari Bapak Bagus S. Budi

Kamis, 18 September 2014

Motor Ngadat

Sebenarnya sudah lama terasa motor ini kurang tenaganya mungkin sekitar 3 bulan yang lalu...

Sampai saya berniat menjualnya karena saya fikir memang sudah masanya dijual atau sudah mulai menjadi barang rongsokan.  Sebelum itu terjadi saya ingin jual dan uangnya saya sedekahkan dengan harapan akan diganti Allah SWT 10 kali lipat sehingga saya dapat membeli motor kembali yang lebih baik sementara saya memakai sepeda ke kantor menunggu proses penggantian 10 x lipat tersebut.

Akan tetapi setelah melihat kebutuhan pulsa hp yang saya lihat sangat dibutuhkan saat itu dan saya juga melihat iklan vsi yang menjual produk pulsa dan dengan keinginan membeli kembali indonesia oleh Yusuf Mansyur maka saya mengumpulkan uang hingga terbayarkan 1.925.000 rupiah dengan harapan ini merupakan sedekah yang nantinya bisa sekali dayung 2 hingga 3 pulau terlampaui yakni jualan pulsa bisa, sedekah juga iya, dan nantinya bisa beli motor pula... hehehe...

Setelah berjalannya waktu, saya malah mendapatkan cashback dari pulsa tersebut ± 340.000 rupiah (alhamdulillaah... rezeki gak kemana) trus motor GL Pro ku semakin ngadat dengan semakin pelannya ditanjakan... hehehe... malu banget gue Ndro...

Eh... dapat lagi bonus ± 204.300 rupiah dikirim ke saldo pulsa jadi bertambah dengan cashback yang tersimpan di saldo menjadi ± 500.000 an dan ternyata yang ±204.300 itu ditransfer ke bank mandiri saya... hehehe... alhamdulillah lagi...  (pipa rezeki yang bagus juga) dan alhamdulillaah lagi ada yang mendaftar sebagai free member dibawahku... seperti saya dulu...

Semakin rusaklah kemarin sore motor GL Pro neo tech 96 saya ini... dengan jalan pelan pelan mungkin kalau manusia itu sih sudah tertatih-tatih.. sampailah bengkel dekat SDI Annajah tempat sekolah anak saya... di jalan kemajuan dekat apotik kemajuan...

"Mas... ", kata saya, walaupun dia orang Sumatera Utara bukan orang Jawa, "Motor zaya tidak bisa ngebut, kenapa ya", tanyaku. Dia bilang, " Koplingnya kali bang...", emang dia pikir aku orang betawi kali ye, dipanggil abang, ya sudahlah no problemo. Dia otak atik.. dia coba pakai dijalan... "Wah.. payah banget banget bang...", itu komentar dia. Dia perbaiki lagi sampai akhirnya lumayan daripada lu manyun... hihihi...  "Gini aja bang, abang bawa pulang dulu karena di sini gak ada tempat nyimpennya..., besok ke sini lagi aja... bayarnya besok aja..", begitu katanya, "Oke deh Mas, besok jam berapa? ", tanya saya, "Jam tujuh", kata dia.  Akhirnya sore itu saya pulang.

Keesokan harinya, saya mengantar anak2x sekolah dan pulangnya mampir langsung ke bengkel tersebut walaupun masih tutup.
Di sebelahnya ada warteg, akhirnya saya mesen kopi dulu di warteg itu sambil nunggu buka dan menulis di blog ini dengan HP saya. 

Akhirnya bukalah bengkel tersebut, dan dia bilang,"Sudah sampai lagi bang". "Iya, khan sambil nganter anak2x ke sekolah Mas", kataku. Sekarang dalam proses perbaikan..

"Waduh bang, aku pikir plat koplingnya yang rusak, tadinya mau aku bongkar motor abang, teernyata... kabel kopelingnya yang karatan kayaknya... suusah seekali aku bukanyaa", begitu katanya dengan akseen Maduranya... eh Sumatera Utara nya... hehehe..

"Aku cuma punya kabeelnya aza, tidak punya 1 zet, gak papa ya bang...?", tanyanya , "Ah... ga papa lah itu Bang", kataku terbawa aksennya dia hihihi... 

Akhirnya dia pasanglah itu kabeel yang dia punya. "Jadi eenteeng banget bang, ngejoss lagi", aksennya keluar tapi campur bahasa Jawa yang ada di tipi.  "Makasih ya Mas, berapa duit nih?", tanya saya. "Buat abang 30reebu aza", katanya. "Oke Mas", kataku seraya menyodorkan uang 50rebuan, lalu saya ke warteg bayar kopi dan gorengan lalu pulang... "teerima kasih Maz", kataku, "Iya bang", katanya.

Wuz.. bisa ngeebut lagi zaya... hehehe...

 


Kamis, 24 Juli 2014

Mendidik anak sejak kandungan

Diantara rahasia kesuksesan putra-putra Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Hubabah Zahro', ibunda Habib Umar bin HAfidz pernah ditanya, "Ya Hubabah,Apakah rahsia Hubabah dalam mendidik anak2 hubabah sehingga akhirnya menjadi seorang yang Alim,Penda'ie,berakhlak,beradab seperti Habib Umar,Habib masyhur,Habib Attas dllnya..bolehkah hubabah berikan nasihat supaya saya boleh mencontohi hubabah?.''

lalu berkata hubabah..:

''Qaddarullah maa sya'a..jika di saat engkau mengandungkan anakmu..maka tinggalkanlah memakan makanan yang syubhah dan Husnu zhon billah wa bi'ibadillah...Insyallah anak yang akan kau lahirkan anak yang soleh solehah dan penuh barakah....''

Kamis, 17 Juli 2014

Dunia dan BAB

Suatu ketika Khalifah Harun Arrasyid ditanya oleh ulama sufi, " Wahai khalifah, andai sampeyan sakit, sakit tidak bisa buang angin alias tak bisa kentut, apa yg khalifah lakukan?"

"Aku akan berobat kemana aja walau habis separu kerajaanku ini aku rela asal aku bisa sembuh," jawab khalifah.

"Lalu, andai sampeyan sudah bisa kentut, namun sampeyan tdk bisa buang air besar?" lanjut sang sufi.

"Aku akan berobat sampai sembuh walau sisa dari kerajaanku ini sebagai biayanya aku rela," tutur khalifah.

"Kalau begitu semua kerajaan sampeyan ini tdk lebih mahal dari kentut dan BAB," tukas sang sufi.

Begitulah saudaraku, kadang pandangan kita terlalu sempit sehingga kita memandang rezeki itu terbatas pd duit, duit, dan duit saja. Padahal, banyak rezeki atau nikmat Allah yg terkadang terlupakan.

Semoga kita termasuk org yg pandai bersyukur, aamiin.
@taufik rahman

Selasa, 15 Juli 2014

MENGENANG SEMANGAT JUANG AHLUL BADR

HAUL AHLUL BADR
MARI PERINGATI HAUL AHLULBADR
MENGENANG SEMANGAT JUANG AHLUL BADR

Alvers, Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat dari kaum muhajirin dan anshar yg dikumpulkan : "wahai para sahabat berilah aku pendapat dalam hal ini ", maka sayyidina Abu Bakr berkata : " kita semua siap untuk berangkat perang wahai Rasulullah", sayyidina Umar pun berkata demikian. Tak kalah dari keduanya yang berasal dari KAUM MUHAJIRIN, Miqdad bin Amr dengan semangat membara berkata:
يا رسول الله، امض لما أراك الله فنحن معك، والله لا نقول لك كما قالت بنو إسرائيل لموسى: اذهب أنت وربك فقاتلا، إنا ههنا قاعدون ، ولكن اذهب أنت وربك فقاتلا إنا معكما مقاتلون ، فوالذي بعثك بالحق لو سرت بنا إلى برك الغماد لجالدنا معك من دونه حتى تبلغه
Wahai Rasulallah, " Wahai Rasulullah berangkatlah menuju apa yg telah tunjuukan Allah karena kami siap berangkat bersamamu, Demi Allahkami tidak berkata seperti perkataan bani israil kepada musa : berangkatlah kamu wahai musa beserta tuhanmu maka berperanglah kalian berdua karena kami akan duduk-duduk di sini. TETAPI Kami katakan : Berangkatlah engkau wahai Rasul beserta tuhanmu maka berperanglah kalian berdua karena kami akan bersamamu ikut berperang. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran! Seandainya engkau pergi bersama kami ke wilayah Barkil Ghimaad (di ujung Yaman), niscaya kami akan berperang bersamamu menghadapi orang yang menghalangimu hingga engkau sampai ke sana.”
Alvers, mendengar hal itu Maka kaum Anshar terkejut karena mereka bukanlah orang-orang yang ahli dalam peperangan tidak seperti kaum muhajirin, mereka adalah para petani, peternak dan pengelola kebun-kebun kurma yang tidak mengerti tentang perang, maka mereka pun bingung dan hanya diam, hingga Rasulullah mengulang ucapannya lagi :

أشيروا علي أيها الناس
" wahai para sahabat berilah aku pendapat kalian ",
akhirnya salah seorang dari KAUM ANSHAR berdiri dan berkata :

والله لكأنك يا رسول الله تريدنا
" wahai Rasulullah, sepertinya engkau menunggu pendapat kami dari kaum Anshar ?", Rasulullah berkata : " iya betul yang kutunggu pendapat kalian, karena dari tadi hanya kaum muhajirin yang berbicara ", maka orang itu (Sa’d bin Mu’adz ) berkata :

: فقد آمنا بك وصدقناك وشهدنا أن ما جئت به هو الحق ، وأعطيناك على ذلك عهودنا ومواثيقنا على السمع والطاعة ، فامض يا رسول الله لما أردت فنحن معك ، فوالذي بعثك بالحق لو استعرضت بنا البحر لخضناه معك ما تخلف منا رجل واحد ، وما نكره أن تلقى بنا عدونا غداً ، إنا لصبرٌ في الحرب صدقٌ عند اللقاء لعل الله يريك منا ما تقرَّ به عينك ، فسر على بركة الله .

Kami benar-benar telah beriman kepadamu kami membenarkanmu dan bersaksi bahwa engkau membawa kebenaran. Kami berikan untuk semua itu janji dan kesetiaan kami untuk mendengar dan taat. Maka laksanakanlah apa yang engkau mau. Dan kami akan bersamamu. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran! Seandainya saja di hadapan kami terdapat lautan, niscaya kami akan menyelaminya bersamamu. Tak seorang pun dari kami yang akan tinggal. Kami tidak enggan untuk bertemu musuh esok hari. Kami adalah kaum yang sabar dalam berperang dan menetapi ketika bertemu musuh. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu dari kami apa yang dapat menenangkan pandanganmu. Maka pergilah dengan penuh keberkahan dari Allah!
Rasulullah SAW pun merasa gembira. Lalu beliau berkata,”

" سيروا على بركة الله وأبشروا فإن الله قد وعدني إحدى الطائفتين ، والله لكأني الآن أنظر إلى مصارع القوم

pergilah kalian dengan penuh keberkahan dari Allah dan berbahagialah karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu dari kedua rombongan tersebut. Demi Allah! Seakan-akan sekarang aku sedang melihat kematian mereka.
Sumber : Imam Bayhaqi, Dalailun nubuwwah,Juz IV, Hal 4

Alvers, Yuk sempatkan hari ini membaca suratul fatihah dst utk ahlu badr sebagai wujud kecintaan kepada Mereka para pejuang islam sejati semoga semangat juang yang mereka teladankan bisa kita warisi. Jika membaca nama-nama mereka saja kita malas dan capek, bagaimana jika kita diajak perang oleh Baginda Mulia Rasul saw? Akankah jawaban kita sama dengan jawaban bani israil kepada nabi Musa as..Naudzu Billah...
Alvers, ketahuilah bahwa mereka itu orang-orang mulia di sisi Allah karena pengorbanan di medan perang. Diriwayatkan suatu saat datanglah Malaikat Jibril as pada Nabi saw dan berkata:
مَا تَعُدُّونَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيكُمْ
apa pendapat kalian tentang ahlul Badr diantara kalian?,
maka Rasulullah saw menjawab:
مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِينَ (أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا)
mereka adalah kaum muslimin yg terbaik dan paling mulia ,(atau kalimat yg bermakna demikian),
lalu berkata Jibril as :
قَالَ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنْ الْمَلَائِكَةِ
demikian pula yg mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik” (HR .Bukhari)
Alvers, Ingat pengorbanan beberapa menit membaca nama dan hadiah fatihah tidaklah ada apa-apanya ketimbang tetesan darah mereka di Medan perang badr.

Berikut nama-nama Ahlul badr :
www.fb.com/annur2

Senin, 14 Juli 2014

BAHAYA GHIBAH

Kajian kitab Tanbihul Ghafilin
Tadi Malam pada acara
WAQIAH RAMADHAN
di Masjid PP AN-NUR AL-Murtadlo

Bab BAHAYA GHIBAH

Abu Laits as-Samarqandi dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, mendengar cerita ayahnya bahwa nabi-nabi yang bukan Rasul menerima wahyu salah satunya adalah dalam bentuk mimpi. Salah seorang Nabi kemudian bermimpi dan dirinya kemudian diperintahkan melalui mimpinya untuk pergi kearah barat: “Engkau harus melakukan 5 hal yaitu

: إذا أصبحت فأول شيء يستقبلك فكله
pertama; pada pagi hari, apa yang engkau lihat pertama kali maka makanlah,
والثاني اكتمه
kedua; engkau sembunyikan,
والثالث اقبله
ketiga; engkau terimalah,
والرابع لا تؤيسه
keempat; jangan engkau putuskan harapannya,
والخامس اهرب منه
yang kelima; larilah engkau darinya.”

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu bingung mengingat perintah pertamanya untuk segera memakannya. Ia bergumam : tapi sungguh aneh perintah itu dan mustahil dapat dilakukannya.
Kemudian nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan niat untuk memakannya. Namun keanehan terjadi semakin dia mendekati gunung itu, semakin mengecil gunung itu hingga sebesar roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Saat menelannya sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan perintah mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu dikuburkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu muncul lagi. Nabi pun menguburnya lagi dan itu muncul lagi. Hal itu berlangsung sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, “Aku telah melaksanakan perintahmu.” Lalu dia pun meneruskan perjalanannya.
alvers, Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku.” Mendengar burung itu, hatinya merasa kasihan lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihat keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.”
Nabi itu teringat perintah dalam mimpinya yang keempat alvers, supaya tidak boleh memutuskan harapan. Dia bingung bagaimana menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Setelah kejadian itu, Nabi meneruskan perjalanannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, sesuai pesan dalam mimpi untuk berlari, maka dia melakukan itu dan menjauh dari itu. Setelah menemui kelima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya.

Pada malam itu, Nabi pun berdoa:
قال يا رب إني قد فعلت ما أمرتني
“Ya Allah, aku telah melaksanakan pesanMu, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini.”
Dalam mimpi itu, Allah memenuhi permintaan Nabi itu dan berfirman:
: أما الأوّل الذي أكلته فهو الغضب يكون في الأوّل كالجبل وهو في آخره إذا صبر وكظم غيظه أحلى من العسل. والثاني فهو من عمل حسنة فإن كتمه فإنه يظهر. والثالث من ائتمنك بأمانة فلا تخنه. . وأما الرابع فإذا سألك إنسان حاجة فاجتهد في قضائها وإن كنت محتاجا إليها. والخامس الغيبة فاهرب من الذين يغتابون الناس
“Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menjaga dan menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu. alvers, Kedua semua amal kebaikan, walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.Keempat jika orang meminta kepadamu, maka bantu dan penuhilah. Kelima bau yang busuk itu ialah ghibah. Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”

Wallahu A'lam

Minggu, 13 Juli 2014

Tahun2x penuh dusta

Rasulullah SAW bersabda:
"Akan menimpa manusia tahun-tahun penuh dusta. Dimana, pendusta dibenarkan dan yang benar didustakan. Si pengkhianat di kasih amanah dan si jujur malah di khianati. Pada masa tersebut, si Ruwaibidhah pandai mengumbar kata-kata. "
Para sahabat bertanya, "Siapakah Ruwaibidhah itu? "
Rasul menjawab, "adalah manusia bodoh yang memegang jabatan publik. " (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Selamat beristirahat..

@taufik rahman

Rabu, 09 Juli 2014

Menyongsong Ramalan Kedelapan Jayabaya

Kejayaan Nusantara Muncul pada 2012 SAYA yakin tak lama lagi Nusantara kembali berjaya. Ramalan ke-8 Jayabaya tentang kembalinya Sabdo Palon Noyo Genggong akan terwujud sebentar lagi. Dua makhluk gaib yang kemunculannya dipercaya menandai kejayaan Nusantara itu mungkin keluar sekitar 2012.

Ini kalau kita klop-klopkan prakiraan rekan-rekan peminat dunia paranormal tanah air dan suku Maya. Kisaran kemunculan makhluk gaib itu pada 2012-2016. Sementara peristiwa besar dunia yang sudah diramalkan suku Maya adalah kiamat pada 21 Desember 2012. Ramalan suku bangsa ahli perbintangan yang hidup di selatan Meksiko itu mengguncang dunia ilmiah tahun lalu karena tanda-tandanya juga mulai terbaca oleh ilmu pengetahuan.

Ramalan ke-8 Jayabaya kita yakini akan terjadi dalam waktu singkat jika peristiwa nyata akhir-akhir ini kita lihat sebagai pertanda. Misalnya, gerakan rakyat mengumpulkan koin solidaritas buat Prita Mulyasari juga kita yakini sebagai pertanda awal terjadinya ramalan ke-7 Jayabaya, yaitu Tikus pithi anoto baris. Dengan kata lain, terjadi barisan pemberontakan rakyat dari berbagai penjuru Nusantara.

Misalnya, gejolak di berbagai daerah yang nyaris rata di Nusantara atas kacaunya daftar pemilih tetap pada pemilu lalu, gerakan sejuta Facebooker untuk mendukung Bibit dan Chandra. Kemudian gerakan nyaris semiliar koin buat Prita, meratanya demo nasabah kasus Bank Century, dan terperangahnya masyarakat atas terbitnya buku Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro.... Semua itu kalau diibaratkan musik adalah intro bagi lagu mars.

Itulah mars barisan pemberontakan rakyat semesta. Itulah makna Tikus pithi anoto baris alias tikus pithi menata barisan. Tikus pithi adalah tikus kecil-kecil kemerahan yang bisa merubung dan menggerogoti, bahkan baju dan celana yang sedang kita pakai.

***

Saya yakin ramalan ke-8 Jayabaya akan terbukti tak lama setelah ramalan ketujuhnya berlangsung. Dan, saya yakin ramalan ketujuhnya terbukti karena enam ramalan sebelumnya sudah terbukti. Yaitu, Murcane Sabdo palon noyo genggong (runtuhnya Majapahit), Semut ireng anak-anak sapi (masuknya Belanda), Kebo nyabrang kali (Belanda kenyang dan hengkang), Kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang (penjajahan Jepang selama 3,5 tahun sama angkanya dengan usia jagung 3,5 bulan), Pitik tarung sak kandhang (perang saudara di zaman Bung Karno), dan Kodok ijo ongkang-ongkang (tentara berkuasa di era Soeharto).

Bagi yang tak percaya nubuat, nujum, atau ramalan, baiklah saya sampaikan pesan dari para sejarawan. Mereka mengingatkan kita, setiap tempat memiliki siklus sejarahnya masing-masing. Nusantara, menurut studi mereka, memiliki cakra manggilingan alias putaran 700 tahunan. Lihatlah kisaran 2012 adalah 700 tahunan waktu dari kejayaan Majapahit, dan dua kali 700 tahunan dari kejayaan Sriwijaya.

Bagi yang tak percaya klenik, terawangan alias ''penglihatan'', baiklah juga saya sampaikan pesan dari dunia ilmiah, yakni fisika modern temuan abad ke-20. Bahwa chaos alias kekacauan akan terdorong ke arah chaos lebih lanjut sampai akhirnya ke puncak chaos. Di dalam puncak chaos itulah nanti terkandung energi internal yang mendorong keadaan kembali normal.

Pertanyaan saya, kurang chaos bagaimana lagi keadaan sekarang? Dan sekarang bukankah keadaan chaos itu tampak makin mengarah pada chaos lanjutan? Pada puncak chaos nanti, tak diperlukan lagi energi eksternal -misalnya campur tangan Amerika dan negara-negara asing lain- untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Pengembalian pada keadaaan normal akan terdorong dengan sendirinya oleh energi internal. Dan, kekuatan energi internal itulah yang sebenarnya menjadi landasan keyakinan orang banyak yang tak pernah luntur, yakni akan munculnya Satriya Piningit.

***

Saya yakin ramalan ke-8 Jayabaya segera terwujud karena tanda-tanda yang diisyaratkan rekan-rekan dari dunia paranormal cocok dengan orang-orang dari dunia ilmiah. Sebagai pendukung ramalan Jayabaya dari abad ke-11, ramalan Ronggowarsito sekitar 1,5 abad sebelum ditemukan teori chaos fisika modern, juga sesuai dengan prinsip-prinsip teori chaos.

Awal chaos adalah zaman Kalatida, zaman kekacauan pribadi-pribadi, sudah ditunjukkan setidaknya sejak era Soeharto yang berlanjut hingga era reformasi dan kemudian ditandai kacaunya penyelenggaraan Pemilu 2009. Chaos tersebut berlanjut ke ambang puncak chaos, yakni zaman Kalabendu, zaman kekacauan kolektif yang menyebabkan antara lain masyarakat tergugah meresponsnya dengan gerakan sejuta Facebookers untuk Bibit-Chandra atau pengumpulan koin untuk Prita.

Setelah Kalatida dan Kalabendu serta energi internal yang terkandung dalam Kalabendu cocok dengan teori chaos, Ronggowarsito jauh sebelum teori chaos ditemukan sudah meramalkan Kalasuba, zaman kesejahteraan setelah kita melewati Kalatida yang selanjutnya memuncak ke Kalabendu.

Saya yakin zaman Kalasuba akan muncul di Nusantara. Buku Prof Arysio Nunes dos Santos, Atlantis: The Lost Continent Finally Found terbitan 2005, menunjukkan bahwa kerajaan Atlantik yang pernah berjaya dan sampai sekarang masih misterius bisa jadi tempatnya tidak di mana-mana, melainkan ya... Nusantara ini.

Temuan pakar Amerika Latin yang terjemahan Indonesianya terbit Desember 2009 itu seakan memperkukuh studi kurang lebih 30 tahun Dennys Lombard melalui bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya. Lombard, antropolog Prancis, menggarisbawahi secara lebih detail dan meyakinkan soal betapa istimewanya kedudukan Nusantara dahulu, sekarang, maupun -seharusnya- di masa yang akan datang.

Dan izinkan saya untuk selalu yakin pada harapan itu. (*)

Jumat, 04 Juli 2014

Pemuda yang banyak meng-islamkan (Abu Yazid Al Bustami)

Abu Yazid Al Bustami seorang ahli Sufi yang dikejutkan oleh mimpinya supaya pergi ke gereja Samaan. Tiga kali mimpinya itu berulang. Lalu ia bersiap dengan pakaian dan cara yang diberitahu dalam mimpinya. Ia masuk ke gereja Samaan tanpa diketahui oleh Paderi-paderi yang hadir. Dia bersama-sama paderi lain menanti kedatangan ketua Paderi. Setelah ketua Paderi datang, ketua Paderi itu tidak dapat berucap. Dia tahu ada orang lain, orang Islam di dalam gereja itu. Katanya, ” ada orang yang percaya kepada Syariat Muhammad di dalam gereja ini.”
Semua paderi menjadi gempar dan mereka menghendaki orang itu di bunuh. Namun ketua paderi mencegahnya, sebaliknya ketua paderi meminta orang itu bangun supaya mereka dapat mengenalinya. Abu Yazid Al-Bustami pun bangun, tanpa rasa takut.

Menjawab 50 pertanyaan bertanya 1 pertanyaan.

Ketua paderi berkata, “wahai pengikut Muhammad, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kamu. Jika kamu dapat menjawab semuanya dengan benar, maka saya akan mengikuti agama kamu. Namun jika kamu tidak dapat menjawabnya, maka kami akan membunuhmu.”
Jawab Abu Yazid, “baiklah! Tanyakan apa saja yang kamu ingin tanyakan.”
Ketua paderi itu mengemukakan 50 pertanyaan bertubi-tubi dan kemudian Abu Yazid menjawabnya dengan tepat.
Kata Abu Yazid, “saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Sekarang apakah ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain?”
Semua pendeta menjawab, “tidak ada lagi,”
Kemudian Abu Yazid mengemukakan pertanyaan kepada mereka. “beritahu saya
kunci Syurga dan Neraka langit.”
Tidak seorang pun yang dapat menjawabnya dan mereka mengaku
bahwa memang mereka tidak tahu jawabannya. Baru satu pertanyaan sudah tidak
dapat dijawab sedangkan Abu Yazid telah menjawab berpuluh pertanyaan. Mereka
meminta ketua paderi menjawab, namun ia membisu.
Katanya, “bukan saya tidak mau menjawab, tetapi saya takut kamu semua
tidak sependapat.”
Mereka heran mendengar kata-kata ketua paderi itu. Akhirnya mereka mendesak juga dan bersedia untuk menyetujui serta menerima kata-kata ketua mereka.
Kemudian ketua Paderi menjawab “Bahwa kunci Syurga dan Kunci langit itu tidak lain ialah “LAILAHA ILLALLAAH HU MUHAMMAD DARRASUULULLAAH.” Tegas ketua paderi.
Mereka semua tersentak, terdiam. Lalu Abu Yazid berkata, “memang benar kata ketua kamu ini.” Semua paderi memeluk Islam, Abu Yazid menuntut janji kepada ketua paderi dan persetujuan pengikut-pengikutnya.
“Sahabat-sahabat sekalian percayalah bahwa apa yang saya ceritakan ini adalah benar. Saya tidak dipaksa oleh siapapun dalam mengucapnya. Memang sudah lama saya fikirkan hendak menyampaikan masalah ini kepada sahabat-sahabat semua, tetapi saya bimbang sahabat-sahabat tidak akan percaya kepada saya lagi. Saya hanya menunggu waktu.”
“Dari mana tuan mengetahui perkara ini?” Tanya salah seorang paderi.
“Dari ketua sebelum saya.” Jelas ketua paderi.
“Sebelum ketua itu meninggal dunia dia telah bersumpah bahwa perkara yang dikatakan itu adalah benar.” Sambung ketua paderi itu.
“Kalau begitu, apa lagi yang kita tunggu!” Ketua paderi dan pengikut-pengikutnya semuanya memeluk Islam disebabkan oleh Abu Yazid. Ilmu Abu Yazid telah menyelamatkan daripada maut. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam!


Berikut ini Pertanyaan Ketua Paderi. Dan Jawaban Abu Yazid Al-Bustami
1. Yang satu tidak ada duanya.
Kewujudan Allah Maha Esa. Dia Tuhan yang tunggal tiada sekutu baginya.
2. Yang dua tiada tiganya.
Malam dan siang. Apabila pergi malam datanglah siang dan apabila pergi siang datanglah malam.
3. Yang tiga tiada empatnya.
Kursi, Kalam dan Arash Allah Hu subhanahu Wataala.
4. Yang empat tiada limanya.
Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.
5. Yang lima tiada enamnya.
Islam telah memfardukan solat lima waktu: Zohor, Asar, Maghrib, Ishak dan
Subuh.
6. Yang enam tiada tujuhnya.
Hari-hari Allah telah menciptakan langit dan bumi. Ini semua tersebut didalam Kitab-kitab suci juga.
7. Yang tujuh tiada delapannya.
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang disebut di dalam Kitab Suci juga.
8. Yang delapan tiada sembilannya.
Bilangan Malaikat yang memikul Arash Allah Taala yang disebutkan di dalam
Kitab Suci (artinya): dan akan memikul Arash Tuhan kamu pada hari (Kiamat)
itu adalah delapan Malaikat.
9. Yang sembilan tiada sepuluh.
Bilangan kaum daripada golongan manusia yang menjadikan kerusakan bumi Allah,
sebagaimana yang tersebut di dalam Kitab Suci (artinya): di dalam kota itu dahulu terdapat sembilan kumpulan yang menjadi perusak bumi, mereka tidak pernah melakukan yang baik.
10. Sepuluh yang sempurna.
Kewajiban puasa sepuluh hari ke atas orang yang berihram haji sebagaimana
firman Allah Taala (artinya): Maka hendaklah ia (orang yang berihram haji)
berpuasa tiga hari semasa haji dan tujuh hari setelah kembali ke negerinya.
Itulah dia sepuluh yang sempurna.
11. Yang sebelas.
Saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam.
12. Yang dua belas.
Bilangan bulan dalam setahun.
13. Yang tiga belas.
Mimpi Nabi Yusuf Alaihissalam yang tersebut di dalam Kitab Suci:
Sesungguhnya Aku melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Jumlahnya
tiga belas.
14. Orang yang berdusta, kemudian dapat masuk Syurga.
Mereka ialah saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam. Mereka memberitahu
ayah mereka Nabi Yaakob Alaihissalam bahwa Yusuf telah di makan serigala.
Mereka membawa pakaiannya yang dilumur dengan darah kambing. Perkara yang mereka lakukan itu adalah suatu dusta.
15. Orang yang benar,  tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka.
Mereka ialah kaum Yahudi dan Nasrani,  sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : telah berkata, Kaum Yahudi, kaum Nasrani itu tidak benar dan berkata kaum Nasrani pula kaum Yahudi itu tidak benar. Kedua-dua kaum itu berkata benar pada tuduhan mereka antara satu dengan lain, namun mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran yang ada di hadapan mereka yaitu mempercayai agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam sebagai penyempurna agama yang sebelumnya. Lantaran itu mereka menduduki neraka.
16. Tempat roh dalam badan manusia.
Roh berada di dalam tubuh badan manusia yang hanya diketahui hakikatnya oleh Allah Taala kerana roh adalah merupakan urusan Allah Taala jua, berdasarkan firmannya (artinya): katakan roh itu dari perkara urusan Tuhanku.
17. Al Zariyati Zarwa.
Nama empat macam angin.
18. Al Hamilati Wakra.
Awan gemawan di dada langit.
19. Al Jariyati Yusra.
Perahu-perahu yang belayar di laut.
20. Al Mukassimati Amra.
Malaikat-malaikat yang bertugas membagi-bagikan rezeki kepada manusia pada malam Nisfu Syaaban.
21. Yang empat belas.
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang sesuai dengan firman Allah
Taala (artinya): Maka Allah berfirman kepadanya yaitu kepada tujuh petala
langit dan tujuh lapis bumi, datanglah kepada aku secara patuh terhadap
perintahku ataupun secara terpaksa. Maka berkata kedua-dua langit dan bumi, “kami akan datang kepadamu secara patuh dan taat.”
22. Kubur yang berjalan dengan penghuninya.
Ikan besar yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam
di bawa oleh ikan ke mana-mana sahaja yang akhirnya dimuntahkan di pantai
dengan izin Allah Taala.
23. Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh.
Waktu subuh seperti firman Allah Taala (artinya): demi subuh apabila ia
terlepas.
24. Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi.
Air yang dikirim oleh ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam di dalam botol yaitu air peluh kuda.
25. Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan
daripada punggung lelaki dan daripada perempuan.
Kibas yang di bawa Jibril Alaihissalam sebagai korban ganti Nabi Ismail
Alaihissalam, unta Nabi Salleh Alaihissalam yang disembelih kaumnya, untuk
Nabi Adam dan Siti Hawa Alaihissalam.
26. Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk.
Suara keledai yang tidak sedap didengar, sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya suara yang paling buruk ialah suara keledai
27. Darah yang mula-mula mengalir ke bumi.
Darah Habil yang dibunuh oleh saudaranya Kabil.
28. Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat.
Muslihat kaum wanita, seperti Firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya tipu
muslihat wanita adalah suatu tipu muslihat besar atau berat.
29. Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh.
Tongkat Nabi Musa Alaihissalam
30. Wanita yang paling utama.
Hawa, ibu sekalian manusia, kemudian Khatijah dan Aisyah, Asiah (isteri Firaun) dan Maryam Binti Imran.
31. Gunung yang paling utama.
Gunung Tursina
32. Binatang yang paling utama. Kuda.
33. Bulan yang paling utama.
Bulan Ramadhan.
34. Malam yang paling utama.
Lailatul Qadar.
35. Tentang Atta’mah.
Hari Kiamat.
36. Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun,  setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan.
Pohon itu “tahun” yang padanya ada 12 bulan, satu bulan ada 30 hari. Lima itu ialah lima waktu solat.
37. Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji. Bahtera Nabi Noh Alaihissalam.
38. Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu.
Air mata, air telinga, air hidung dan air mulut. Air mata masin, air telinga pahit, air hidung masin dan air mulut tawar.
39. Nakir, fatil dan kitmir.
Nakir ialah titik yang terdapat pada kulit luar benih, fatil ialah titik yang terdapat di dalam benih dan kitmir ialah kulit yang membaluti benih.
40. Sabid dan Labad.
Bulu kambing biri-biri dan kambing kasi.
41. Sam dan Ram.
Makhluk yang telah ada sebelum wujud Nabi Adam Alaihissalam.
42. Maksud keledai Makwak.
Keledai Makwak tanda ia melihat syaitan, lalu ia berkata: Allah melaknatnya.
43. Maksud anjing menyalak.
Anjing menyalak bermaksud: Awas! Celaka bagi penghuni-penghuni neraka dari
kemurkaan Allah yang maha berkuasa.
44. Maksud jeritan kuda.
Kuda menjerit bermaksud: Maha suci Allah yang memeliharaku ketika tentara
berpadu menyerang musuh dengan penuh semangat.
45. Maksud jeritan unta.
Unta menjerit membawa maksud: Hasbiyallahu Wakafa Billahi Wakila
(artinya): Memadailah Allah bagiku dan cukuplah Dia tempat aku menyerahkan
diriku.
46. Maksud nyanyian burung Bulbul.
Nyanyian Bulbul bermaksud: Maha suci Allah pada waktu pagi dan pada waktu
petang.
47. Maksud bunyi katak.
Bunyi katak bermaksud: Maha suci Tuhan yang di sembah di mana-mana sahaja
ada makhluknya dan di tempat-tempat yang tiada penghuninya.
48. Maksud kata-kata burung Nakus.
Maksud kata-katanya: Maha suci Allah sungguh-sungguh! Wahai anak Adam!
Lihatlah di barat dan di timur di dunia itu, adakah makhluk yang menongkat langit?
49. Kaum daripada makhluk Allah yang diutus kepadanya, namun ia bukan
dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat.
Makhluk itu adalah lebih seperti Firman Allah Taala (artinya): dan Tuhan
kamu telah mewahyukan kepada lebih.
50. Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam.
Kedua-duanya berada di dalam ilmu Allah Taala yang amat sulit.

Kamis, 03 Juli 2014

Sedekah terpaksa

Isi Kotak Amal saat Tarawih ...

Seorang pemuda sedang duduk mendengarkan ceramah terawih. Ketika kotak amal lewat dihadapannya ia pun merogoh saku belakang celananya, membuka dompetnya, mengeluarkan uang Rp.1.000 dan memasukkannya ke kotak amal.

Tiba-tiba seorang bapak dibelakangnya menyodorkan uang Rp.100.000 kepadanya. Pemuda itu pun memasukkan uang itu kedalam kotak amal sambil tersenyum kagum kepada bapak yg pemurah itu.

Setelah kotak amal berlalu, si bapak menepuk pundak pemuda itu dan berkata: Nak, uang tadi itu jatuh dari dompetmu............:'( :'( >:O....???x*#

Senin, 30 Juni 2014

NABI MUSA AS MENAMPAR MALAIKAT MAUT

Bercerita Tentang ; NABI MUSA AS MENAMPAR MALAIKAT MAUT HINGGA MATANYA COPOT!
NABI MUSA AS MENAMPAR MALAIKAT MAUT HINGGA MATANYA COPOT!

NABI MUSA AS MENAMPAR MALAIKAT MAUT!

NABI MUSA AS MENAMPAR MALAIKAT MAUT HINGGA BOLA MATANYA COPOT!

Menurut sejarah, Nabi Musa -’Alayhissalam- pernah berseteru dengan malaikat Maut yang menyamar sebagai manusia. Pada saat itu, Malaikat Maut yang hendak mencabut nyawa Nabi Musa -’Alayhissalam-, ditampar hingga kedua mata malaikat itu buta karena bola matanya copot.

Pada suatu saat Malaikat Maut mendatangi Nabi Musa -’Alayhissalam-. “Wahai Musa, penuhilah panggilan tuhanmu, kini saatnya kau akan dicabut nyawa!”, kata Malaikat Maut yang menyamar sebagai manusia biasa.

Ketika mendengar perkataan tersebut, Nabi Musa -‘Alayhissalam- tiba-tiba saja menampar malaikat Maut itu hingga kedua matanya buta karena bola matanya copot. Malaikat Maut itu kebingungan dan akhirnya kembali lagi menghadap kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala-.

“Yaa Allah, Engkau telah mengutusku kepada seorang manusia yang tidak menginginkan kematian,” kata Malaikat itu.

Setelah kejadian itu, kemudian Allah -Tabaraka wa Ta’ala- mengembalikan penglihatan malaikat tersebut dan menyuruhnya untuk kembali menemui Nabi Musa -’Alayhissalam-.

Dengan perantaraan malaikat tersebut, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- meminta Nabi Musa -’Alayhissalam- jika ingin menunda kematian, ada syarat yang harus dipenuhi.

“Wahai Musa, Allah telah menyuruhku agar menyampaikan berita ini. Kalau engkau ingin menunda kematian, maka engkau harus meletakkan tanganmu di punggung sapi jantan, kemudian sejumlah bulu yang tertutupi tangan itu engkau akan diperpanjang umurnya selama 1 tahun,” kata Malaikat Maut.

“Wahai malaikat, kemudian apa setelah hitungan itu?” tanya Nabi Musa -’Alayhissalam-. “Kemudian kematian,” jawab malaikat.

Mendengar penjelasan itu, Nabi Musa -’Alayhissalam- memilih untuk tidak menunda kematian. “Kalo gitu, sekarang saja kematianku datang tanpa diundur lagi!” ujar Nabi Musa -’Alayhissalam-.

Selanjutnya Nabi Musa -’Alayhissalam- berdoa kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- untuk mendekatkan dirinya kepada Tanah Suci (Baitul Maqdis) sejarak lemparan batu. Di tempat itulah Nabi Musa -’Alayhissalam- meninggal dunia.

Mengenai tempat wafatnya Nabi Musa tersebut, dalam sebuah hadits, Rasululah -Shalallahu ‘alayhi wassalam- bersabda: “Seandainya aku di sana (Di Baitul Maqdis), maka sungguh akan aku perlihatkan kepada kalian kuburan Musa, yaitu di sebelah jalan di gundukan pasir merah”.

Sabtu, 28 Juni 2014

Para wali yang tinggal di air

(Rijalul Ma').

Mereka adalah golongan yang menyembah Allah di dasar laut dan sungai. Tidak ada seorang pun yang mengetahui mereka. Abu al-Badri, seorang yang jujur, dapat dipercaya, mengetahui apa yang diceritakannya, hafid, dan dhabith terhadap apa yang ia kutip, meriwayatkan bahwa Abu Su'ud bin Syibli, seorang pemimpin pada zamannya, berkata, "Ketika aku berada di tepi sungai Tigris di Baghdad, tiba-tiba terbersit dalam pikiranku apakah ada hamba Allah yang menyembah-Nya di dalam air? Belum sempat aku memikirkannya, tiba-tiba sungai Tigris terbelah dan muncullah seorang laki-laki dengan mengucapkan salam kepadaku dan berkata, 'Ada, wahai Abu Su'ud. Allah mempunyai hambahamba yang menyembah-Nya di air. Aku adalah salah satunya. Aku berasal dari Tikrit. Aku meninggalkan Tikrit karena suatu hari nanti akan terjadi sesuatu di sana.'

Laki-laki itu menceritakan kejadian yang akan muncul di Tikrit itu, lalu tiba-tiba ia menghilang. Setelah lima belas hari berlalu, terjadilah kejadian seperti yang telah diramalkan oleh laki-laki itu. Ia telah memberitahuku kejadian yang akan terjadi."

Wallahu Alam

Senin, 12 November 2012

KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA



Oleh :
M.Rais Ahmad || ulil-albab.uika-bogor.ac.id

Bissmillah..

Setelah jenazah diletakkan di lubang sempit seukuran jazad, kemudian penggali kubur menutup dengan tanah bekas galian itu, nisan sementara berupa papan yang ditulisi nama, tanggal lahir dan tanggal wafat si mayit, gundukan tanah itu ditempeli potongan potongan rumput untuk menutupi tanah yang masih basah itu. Para pengantar jenazah masih menyempatkan berdoa terutama mendoakan almarhum, kadang kadang didahului dengan sambutan dari sohibul musibah dilanjutkan dengan wakil instansi bekas tempat almarhum bekerja semasa hidupnya atau ditambah lagi dari teman teman sejawatnya. Usai semua prosesi pemakaman , satu per satu mereka meninggalkan areal pemakaman dengan pikiran dan perasaannya masing-masing. Tinggallah sosok tubuh yang telah terpisah dengan ruhnya tergolek di lubang sempit yang telah ditutupi tanah yang ditaburi serpihan kembang aneka ragam warna warni di atas permukaannya. Kuburan, adalah terminal awal dalam perjalanan jauh anak manusia untuk kembali menuju ke kampung halaman asalnya yaitu kampung akhirat nun jauh disana.

Lamat-lamat ruh si mayit teringat untaian nasihat kubur yang pernah didengarnya dari salah seorang ustadz dalam pengajian yang ia hadiri semasa hidupnya. Memang betul apa yang dinyatakan oleh kubur bahwa ia tempat yang paling gelap. Ternyata ketika penggali kubur usai menimbun kuburannya, tak sedikitpun cahaya masuk ke dalam, semua dalam keadaan gelap gulita. Ketika kubur menyatakan bahwa ia adalah tempat yang paling sempit, ternyata tak ada celah tempat yang longgar bagi jasad yang terbaring di dalamnya. Kepala, ujung kaki dan tubuhnya yang diposisikan miring menghadap kiblat sangat pas dengan rongga tanah yang disisakan di bawah bambu yang tersusun di langit-langit sepanjang kuburan itu. Bila kubur menyatakan bahwa tempatnya paling sepi, maka ketika anak-anak, isteri/suami, saudara, kerabat, teman dan sahabatnya baru saja beramai-ramai mengantarkan jenazahnya semua telah kembali ke tempatnya masing-masing, tinggallah jazad dan ruhnya sendirian dalam kegelapan dan tempat yang teramat sempit. Bermunculan kemudian binatang-binatang penghuni tanah yang menjijikkan dan yang berbisa serta menyeramkan mengerubuti sosok mayat yang baru untuk dijadikan santapan lezat sebagai rezki untuk penyambung hidup mereka. Tidak berapa lama terdengar suara yang sangat mengagetkan diikuti kehadiran dua malaikat Munkar, Nakir dengan tegas melaksanakan perintah Allah menanyai ruh yang telah terpisah dari jazadnya.

Apa yang dinyatakan oleh kubur yang pernah ia dengar dari ustadz dulu sungguh kini menjadi kenyataan. Sebuah pengalaman baru yang tak pernah terbayang dan terpikirkan secara sungguh-sungguh semasa hidupnya, Cuma terlintas saja dalam pikiran, tak pernah direnungkan, apalagi dibayangkan bakal terjadi seperti pengalaman pertamanya hari ini. Berapa lama kiranya keadaan ini akan dialaminya, dia juga tak pernah ingin tahu selama ini. Yang jelas akan jauh lebih lama dari umurnya semasa hidup di dunia.

Jika di tempat ini merupakan terminal awal dari perjalanan jauh anak manusia kembali kehadirat Tuhannya, maka tahap berikutnya adalah hari kebangkitan setelah terjadinya kejadian yang teramat dahsyat menimpa dunia dan semua penghuninya yaitu hari kiamat kubro. Pada hari kebangkitan ini semua manusia di alam kubur dibangkitkan lagi untuk menghadapi hari perhitungan, semacam hari evaluasi diri pada masing-masing pribadi manusia. Seluruh umat manusia sejak zaman Nabi Adam A.S sampai umat Nabi Muhammad Saw yang terakhir menerima ajalnya di dunia. Semua bergerak menuju Pengadilan Allah SWT. untuk mempertanggungjawabkan segalanya, apapun yang diucapkan, yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh masing-masing diri pribadi manusia. Pada waktu itu tak ada gunanya lagi anak laki-laki yang dibangga banggakan semasa di dunia, karena masing masing sibuk mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri. Tak ada gunanya harta berlimpah yang dikumpulkan selama di dunia siang malam, begitupun pangkat dan jabatan serta kedudukan tinggi yang mati matian diperjuangkan selama di dunia, tak ada yang dapat menolong dirinya. Masing-masing diri hanya bertanggungjawab atas amalnya sendiri.

Bisakah kita mempertanggungjawabkan semua amal kita selama hidup yang singkat di dunia ini? Semua sangat tergantung atas kualitas amal itu sendiri! Jika yang kita lakukan melulu amal shaleh yang dilandasi aqidah dan iman yang lurus dan kokoh, insya Allah perjalanan berikutnya menuju hari pembalasan selamat dalam rahmat dan kasih sayangNya dan mendapatkan balasan karunia surga, sebaik-baik tempat dan kekal di dalamnya. Tetapi, apabila selama di dunia amal yang dilakukan tergolong perbuatan maksiyat, mendustakan ayat-ayatNya, melalaikan perintah dan melecehkan laranganNya, apa lagi berusaha menghalangi manusia berbuat baik dan mendorong berbuat maksiyat dan menyatakan bahwa kejadian pada hari akhirat itu sekedar cerita dongeng belaka, kemudian ketika sampai ajalnya tak pernah melakukan pertobatan yakni tobat nasuha, maka jangan katakan Allah itu mendzaliminya jika kelak ia menerima balasan yang terburuk yakni neraka jahannam dan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Itulah hasil akhir yang diperoleh dari amal dan perbuatan nista, khianat dan pembangkangan terhadap perintah dan larangan Allah selama hidupnya di dunia yang fana.

Sebagai penutup, nasihat yang amat berharga dari kubur adalah bagaimana manusia dapat mengatasi gelapnya dalam kubur adalah dengan cara membiasakan shalat tahajut. Mendawamkan bangun pada dua per tiga malam untuk menunaikan ibadah tambahan menegakkan shalat tahajut dengan khusyu’, di saat orang lain tidur nyenyak. Insya Allah dengan membiasakan mengikuti ibadah sunnah para Nabi dan orang orang shaleh itu, kelak kuburan kita menjadi terang benderang atas karunia Allah. Setelah kuburan kita dipenuhi cahaya surga, nasihat kubur berikutnya adalah keluar dari kesempitan yang mencekik dengan banyak melaksanakan silaturrahim, mengembangkan hubungan baik dengan sesama manusia, hablum minan nas secara horizontal yang dilandasi hubungan yang telah terjalin baik dengan Allah Swt. hablum minallah. Menyambung silaturrahmi diikuti dengan berbuat baik sesamanya, paling sedikit bermuka cerah dan memberikan senyum dengan tulus. Untuk dapat meramaikan kesepian kubur, dinasihatkannya agar seringlah membaca Al Qur’an. Jadikan ia bacaan harian. Tak ada hari tanpa baca dan mendalami Al Qur’an. Pendalaman disertai penghayatan dan diam-diam kita laksanakan perintahnya dan kita jauhi perbuatan yang dilarangannya. Langkah lanjutannya, kita mulai menghafalnya sedikit demi sedikit menurut kemampuan dan mencoba menerapkan semboyan : one day one ayat. Untuk meracuni binatang-binatang berbisa yang berusaha mendekati jasad yang telah ditinggal ruhnya itu, kubur telah menasihatkan agar kita banyak berinfaq dan bersodaqoh setelah zakat kita tunaikan. Di sekitar kita masih banyak saudara kita yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Kemauan menolong dan peduli sesamanya perlu ditumbuhkan dalam tiap diri kita dan sedapat-dapatnya keinginan menolong sesamanya itu ditularkan kepada anak dan keturunan kita.

Ketika tujuh langkah para pengantar jenazah telah berlalu dari kuburan, konon malaikat Munkar Nakir datang menghampiri ruh yang telah berpisah dari jasadnya dan menanyakan sekitar aqidah dan keimanan kita. Nasihat kubur adalah, agar kita membaca kalimat tauhid: Laa ilaha illallah terus menerus selama hidup. Usahakan agar ucapan terakhir, ketika ruh kita keluar secara bersamaan kitapun mengucapkan kalimat itu. Agar tercapai akhir yang baik, husnul khatimah maka kesempatan kita yang masih hidup ini harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk membiasakan mengucapkan kalimat tauhid itu baik dalam keramaian maupun dalam keadaan sendiri, di kala senang maupun susah, di kala sehat maupun sakit, pagi dan petang sehingga menjadi kebiasaan selama hidup ini. Insya Allah menjelang sakratul maut, kalimat itu pula yang akan terucap. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Jumat, 02 November 2012

Kisah-Kisah Keajaiban Sedekah dalam Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Sedekah bisa menjadi obat bagi penyakit Anda! Rasulullah SAW bersabda :
دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَ مَالِهِ وَ نَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ جَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ
Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah kisah-kisah nyata yang akan membuat semua orang beriman terpana. Betapa sedekah memiliki keajaiban tiada tara. Namun, mengapa masih banyak orang yang tidak gemar melakukannya?
Baca dulu kisahnya, dan semoga akan segera tergugah jiwa Anda. Bagi saudaraku yang masih terbaring sakit, walaupun Anda mungkin masih menjalani pengobatan medis, tak mengapa, tetaplah bersedekah. Dengan keikhlasan niat dan kemantapan iman, sedekah yang Anda keluarkan itu insya’ Allah akan mempercepat kesembuhan Anda. Simak baik-baik kumpulan kisah nyata di bawah ini!

Bisul di Wajahnya Sirna
Disebutkan di dalam kitab Shahihut Targhib wat Tarhib 964 M, dari Imam Baihaqi v, bahwa ia berkata, “Ada kisah Syaikh Hakim Abi ‘Abdillah v, bahwa ia memiliki bisul di wajah dan telah diobati dengan berbagai macam obat, tapi tak kunjung sembuh juga. Sudah hampir satu tahun lamanya bisul tersebut menghinggapi wajahnya. Kemudian ia meminta kepada Ustadz Imam Abu ‘Utsman Ash-Shobuni untuk mendoakannya di majelis beliau pada hari Jumat. Beliau pun mendoakannya dan diamini oleh banyak orang.
Pada hari Jumat berikutnya ada seorang wanita yang menyampaikan selembar surat yang mengatakan bahwa sesampainya di rumah, ia kemudian bersungguh-sungguh dalam mendoakan Hakim Abu ‘Abdillah pada malam harinya. Lalu dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu dengan Rasulullah n yang seakan-akan bersabda kepadanya, “Katakan kepada Abu ‘Abdillah agar melapangkan air bagi kaum muslimin.” Kemudian aku membawa surat tersebut kepada Hakim. Lalu Hakim memerintahkan agar membuat galian di depan pintu rumahnya. Setelah galian tersebut selesai dikerjakan, beliau memerintahkan agar memenuhi galian tersebut dengan air dan kerikil. Orang-orang pun mulai mengambil air tersebut untuk minum. Tidak sampai satu pekan, tanda-tanda kesembuhan telah nampak pada Abu ‘Abdillah. Maka wajahnya telah kembali tampan seperti sedia kala. Setelah peristiwa itu beliau masih hidup selama beberapa tahun.[1]

Galilah Sumur, dan Sakitmu Akan Sembuh
Di dalam Siyar A’lamin Nubala’ 8/407 disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah bin Mubarak v tentang luka bernanah (bisul) yang keluar dari lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. Ia telah mengobatinya dengan berbagai macam obat dan banyak bertanya kepada para dokter, tetapi belum sembuh juga. Maka beliau pun menjawab, “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang-orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana, dan darahmu akan berhenti.” Lelaki itu pun melaksanakan perintah Ibnul Mubarok, maka ia pun sembuh.[2]
Penyakit Kanker Sembuh Dengan Sedekah
Disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang mengidap penyakit kanker. Ia sudah berkeliling dunia untuk mencari obat, namun ia belum mendapatkannya. Maka, ia pun bersedekah kepada ibu anak yatim, sehingga Allah memberikan kesembuhan kepadanya.[3]

Sembuh Karena Berinfak kepada Anak Yatim
Ada seorang wanita yang tinggal di Arab Saudi bercerita, “Aku menderita penyakit kanker beberapa tahun, dan aku yakin maut telah mendekat. Aku menginfakkan penghasilanku dari menjadi tukang bordir kepada anak-anak yatim. Setiap harta yang aku infakkan kepada mereka, maka Allah membalasku dengan berlipat ganda, dan akhirnya Dia memberikan kesembuhan dari penyakitku, karena disebabkan infakku kepada anak-anak yatim.”[4]

Wanita Mandul Itu Bisa Hamil
Ada seorang wanita yang mendapat cobaan dengan kemandulan, ia tak dikaruniai anak. Para dokter telah berputus asa dari kemungkinan ia bisa hamil, dan bahwa penyakit itu memang tidak ada obatnya. Maka, Allah Ta’ala memberikan taufik kepadanya agar ia bersedekah kepada seorang wanita fakir. Sesudah ia bersedekah kepada wanita itu, ia meminta kepadanya agar mendoakan dirinya dikaruniai anak shalih. Setelah berlalu tiga bulan, wanita itu pun mengandung dua anak kembar!![5]

Penglihatannya Kembali Normal Seperti Sedia Kala
Seorang anak kecil bermain bersama saudaranya, tangannya membawa pisau. Tiba-tiba saja, ia memukulkan pisau tersebut ke mata saudarinya. Dengan cepat saudarinya tersebut dilarikan ke rumah sakit. Kemudian ia dipindahkan ke Riyadh. Setelah diperiksa dan dirongent, tim dokter memutuskan bahwa harapan kornea matanya bisa kembali normal amat tipis, sehingga sangat mustahil ia bisa melihat kembali seperti sedia kala.
Suatu hari sang ibu yang menemani anak perempuannya (yang sedang sakit) tersebut teringat tentang keutamaan sedekah. Maka, ia meminta kepada suaminya agar membawakan batangan emas yang dimilikinya, di mana ia tidak memiliki kekayaan selain barang tersebut. Ia ingin mensedekahkannya, meski sebenarnya secara materi ia juga kekurangan. Ia berdoa kepada Allah seraya berucap, “Wahai Robbku, Engkau tahu bahwa aku tidak memiliki harta selain barang itu, maka jadikanlah sedekahku ini sebagai sarana kesembuhan anak putriku ini.”
Keesokan harinya dokter datang untuk kembali memeriksa anak tersebut, ternyata perkataan dokter tetap seperti kemarin, anaknya tidak ada harapan sembuh. Beberapa hari kemudian, datang dokter lain dan memeriksanya, ia berpikir dan memperhatikan dengan cermat. Tiba-tiba saja, dokter itu menginstruksikan untuk mengadakan operasi. Ternyata operasi itu berhasil, semata-mata karena karunia Allah. Al-hamdulillah, akhirnya sang anak perempuan itu bisa kembali ke rumahnya dengan selamat, tanpa ada sedikit pun bekas luka di wajahnya, dan penglihatannya kembali normal seperti sedia kala.[6]

Putrinya Sembuh Lantaran Sedekah
Ada sebuah kisah yang disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj –-semoga Allah memberinya taufik–, bahwa seseorang telah bercerita kepada Syaikh perihal kisah ajaib yang dialaminya, ia mengatakan, “Aku memiliki anak perempuan yang masih kecil, yang terkena penyakit di tenggorokannya. Aku telah pergi bersamanya ke beberapa rumah sakit dan telah membeberkan jenis penyakit yang dialami anakku kepada banyak dokter, namun semuanya tidak bermanfaat. Sakitnya menjadi semakin bandel. Aku hampir saja ikut sakit lantaran memikirkan sakit anakku, yang menjadikan semua anggota keluarga tak bisa tidur. Kami telah menempuh langkah-langkah untuk meringankan sakitnya, hingga akhirnya kami merasa putus asa dari semua itu, kecuali dari rahmat Allah Ta’ala.
Sampai suatu ketika datanglah secercah harapan dan terbukalah pintu solusi. Ada seorang yang shalih menghubungiku dan mengingatkanku akan hadits Nabi n :
دَوُّوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
Aku berkata kepadanya, “Sungguh, aku telah banyak bersedekah.” Ia kembali berkata, “Bersedekahlah saat ini dengan niat agar putrimu mendapatkan kesembuhan.” Akhirnya, aku pun bersedekah dengan dilandasi kerendahan hati kepada salah seorang fakir, namun segala sesuatunya tak ada perubahan. Aku menginformasikan hal ini kepada orang shalih itu, dan ia berkata, “Anda termasuk orang yang memiliki banyak harta. Hendaklah sedekahmu seukuran dengan hartamu.”
Aku pun pergi untuk kedua kalinya, dan mobilku kupenuhi dengan beras, ayam dan barang yang baik-baik dalam jumlah yang besar, lalu kubagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka pun bergembira dengan sedekahku. Dan subhanallah, tiba-tiba putriku menjadi sembuh total, alhamdulillah.
Aku yakin bahwa sedekah merupakan faktor penyebab kesembuhan yang terbesar. Sekarang, berkat anugerah Allah, putriku selama tiga tahun ini tidak pernah terkena penyakit apa pun. Sejak itulah aku memperbanyak sedekahku, khususnya pada waktu-waktu yang baik. Dan, aku setiap hari merasakan kenikmatan, keberkahan dan kesehatan dalam hal harta dan keluargaku. Aku pun menasihati setiap orang yang sakit agar bersedekah dengan harta yang paling berharga yang ia miliki. Hendaknya ia ulangi sedekahnya itu, niscaya Allah Ta’ala pasti akan menyembuhkannya. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”[7]

Emas yang Disedekahkan Membawa Kesembuhan Anaknya
Seorang pemuda masuk ke rumah sakit karena penyakit parah yang dideritanya -–semoga Allah memberikan keselamatan dan kesehatan kepada kita dan menyembuhkan kaum muslimin yang sedang sakit-–. Setelah diperiksa, tim dokter menetapkan bahwa harapannya untuk sembuh sangat tipis. Dokter berkata kepada sang ibu yang menemaninya, “Penuhilah keinginan-keinginannya, sepertinya ia tidak mempunyai harapan sembuh lagi, namun Allohlah yang paling mengetahui.”
Sang ibu sangat terpukul dengan informasi tersebut. Ia teringat dengan belahan hatinya, ia khawatir jangan-jangan harus berpisah dengannya selama-lamanya. Maka, ia pun menjual semua emas yang dimilikinya, kemudian mensedekahkan seluruh uang hasil penjualannya. Beberapa hari kemudian, dokter memberitahukan kepada sang ibu bahwa anaknya ada harapan untuk sembuh, dan keadaannya membaik sedikit demi sedikit. Akhirnya beberapa hari kemudian, keluarlah pemuda itu dari rumah sakit dalam keadaan sehat wal afiat. Semuanya memuji kepada Allah l atas kesembuhan dan kasih sayang-Nya.[8]

Terkena ‘Ain, Sembuh Dengan Sedekah
Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj mengatakan bahwa ada seseorang bercerita kepadanya, orang itu berkata, “Saudaraku pergi ke suatu tempat, lalu berhenti di salah satu jalan. Tatkala sampai di tempat itu, ia tidak mengeluhkan apa pun, namun tiba-tiba ia jatuh pingsan, seperti terkena tembakan senapan di kepalanya. Kami memprediksi bahwa ia terkena penyakit ‘ain atau mengidap penyakit tumor atau terjadi pembekuan pada pembuluh darah di otak.
Kami segera pergi ke beberapa rumah sakit dan klinik pengobatan, lalu ia diperiksa dan dirontgen. Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa kepalanya sehat, namun ia terus mengeluhkan rasa sakit di saat akan tidur, sehingga ia sering memilih untuk tidak tidur. Namun, di saat yang lain ia merasa sehat.
Apabila sakitnya kambuh, ia tak mampu bernafas dan berbicara. Syaikh Sulaiman pun berkata, “Apakah Anda memiliki harta yang bisa kami sedekahkan untukmu, semoga Allah menyembuhkanmu!” Ia menjawab, “Ya. Saya memiliki harta kira-kira jumlahnya 7.000 riyal.” Maka, sang Syaikh segera menghubungi seorang yang shalih yang mengetahui keadaan orang-orang miskin, untuk membagi-bagikan sedekah itu kepada mereka.
Orang itu berkata, “Aku bersumpah demi Allah yang Maha Agung, bahwa saudaraku itu sembuh dari sakitnya pada hari yang sama sebelum harta itu sampai ke tangan orang-orang miskin!! Dan, aku benar-benar tahu bahwa sedekah memang memiliki pengaruh yang besar dalam pengobatan berbagai penyakit.”[9]


Penyakit Demam Tak Berdaya Melawan Sedekah
Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj mengatakan bahwa kisah ini diceritakan oleh pelakunya sendiri, orang itu berkata kepada Syaikh, “Anakku mengeluhkan penyakit demam dan panas, serta ia tak mau makan. Aku pun pergi bersamanya ke beberapa klinik pengobatan, namun panasnya tak kunjung turun dan keadaannya semakin memburuk.
Aku masuk ke dalam rumah disertai perasaan gelisah, tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Isteriku berkata kepadaku, “Hendaklah kita bersedekah untuknya.” Aku pun segera menghubungi via telepon seseorang yang memiliki jalinan hubungan dengan orang-orang miskin, aku berkata kepadanya, “Aku berharap Anda mau shalat ‘Ashar di masjid, dan mau mengambil dari tempatku 20 kantong beras dan 20 boks ayam, lalu hendaklah Anda membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan.”

Aku bersumpah demi Allah, tidak sampai lima menit sesudah aku menutup gagang telepon, tiba-tiba anakku telah berlari-lari, bermain-main, berlompatan di atas sofa, dan makan-makan hingga kenyang, serta ia telah sembuh total berkat karunia Allah dan selanjutnya berkat keutamaan sedekah. Dan, aku berpesan kepada orang banyak agar memberikan perhatian kepada sedekah, saat terkena berbagai penyakit.”[10]

Sedekah Mengobati Penyakit Jiwa
Ada seorang wanita yang menderita penyakit jiwa yang parah. Salah seorang kerabatnya bangkit dan segera bersedekah dengan meniatkan kesembuhan untuknya kepada seorang yang shalih namun fakir yang menanggung beban hidup dua keluarga, dan ia meminta agar orang shalih itu mendoakan saudaranya. Maka, Allah pun menyelamatkan wanita itu dari bala’, dan sedekah itu menjadi penyebab kesembuhannya.
Saudara yang bersedekah itu mengatakan, “Demi Allah, tidak ada seorang pun dari keluargaku yang tahu tentang sedekahku. Sesungguhnya aku ingin menjadikan sedekah itu ikhlas untuk menggapai keridhaan Allah Ta’ala.” Segala puji bagi Allah, yang telah menyembuhkan kerabatnya dari penyakit jiwa yang dideritanya.[11]

Sakitnya Hilang Tanpa Bekas
Ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal -–kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesembuhan bagi kaum muslimin yang sakit–. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobatkan sakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, ia siap membayar dengan uang sejumlah 20.000 riyal.
Tersebarlah berita tersebut di kalangan orang-orang ketika itu, hingga ada salah seorang wanita yang mendengar kabar tersebut yang akhirnya langsung menuju ke rumah sakit untuk mendonorkan ginjalnya. Ia menyetujui seluruh ketentuan-ketentuan yang diajukan kepadanya sebelum menjalani operasi. Di hari yang telah ditentukan, perempuan yang sakit tersebut menemui sang pendonor, ternyata ia sedang menangis. Karena heran melihat keadaannya, ia pun bertanya, “Apakah Anda merasa terpaksa dan keberatan dengan operasi yang akan Anda jalani?” Wanita pendonor itu berkata, “Sebenarnya tidak ada yang mendorongku untuk mendonorkan ginjalku selain kemiskinan yang menimpa diriku dan karena aku sangat membutuhkan uang.”
Wanita pendonor itu kembali menangis tersedu-sedu, maka wanita yang sedang sakit itu menenangkannya dengan mengatakan, “Silahkan engkau ambil uang ini, dan aku tidak menghendaki sesuatu pun darimu…”. Beberapa hari kemudian perempuan yang sakit tersebut kembali ke rumah sakit. Ketika tim dokter memeriksa penyakitnya, begitu terkejutnya mereka, karena tidak mendapati sedikit pun bekas sakit pada dirinya. Al-hamdulillah, ternyata Allah l telah menyembuhkannya.[12]

Sudah Masuk Ruang ICU, Mendadak Sembuh
Ada seorang wanita masuk ruang ICU (unit gawat darurat) karena penyakit parah yang dideritanya. Beberapa muhsinin (orang-orang yang suka berbuat kebaikan) mengetahui keadaannya, maka mereka pun menyembelih seekor unta dan meniatkan pahalanya untuk si wanita tersebut. Setelah itu, mereka mensedekahkan daging unta tersebut kepada para keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengharap pahala dari Allah l. Beberapa hari kemudian, akhirnya Allah memberikan kesembuhan kepada wanita tersebut. Hanya bagi Allohlah segala pujian dan karunia.[13]

Sedekah Menolak Gangguan Sihir
Dikisahkan, ada beberapa wanita yang berbincang-bincang tentang keajaiban sedekah. Dan, belum selesai para wanita itu membicarakan tentang keutamaan sedekah, tiba-tiba salah seorang wanita yang ada di antara mereka –-yang sedang terkena sihir– melepas kalungnya yang mahal harganya. Kalung itu kemudian ia berikan kepada salah seorang temannya agar dijual dan uangnya diberikan kepada para keluarga miskin.
Ketika temannya tersebut pergi ke tempat penjual emas dan sang penjual ingin menimbangnya, maka sang penjual mengeluarkan mata batu yang terletak di tengah kalung tersebut. Sang penjual begitu terheran-heran dan kebingungan dengan apa yang dilihatnya. Karena ia menyaksikan ada buhul sihir di dalam mata batu kalung itu. Sang penjual kemudian mengeluarkannya, dan alhamdulillah, akhirnya sembuhlah perempuan pemilik kalung tersebut dari penyakit yang selama ini dideritanya.[14]

Suami Bersedekah Emas, Isterinya Sembuh Seketika
Seorang dokter menelepon suami seorang wanita yang sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit. Dokter itu memberitahukan bahwa istrinya sedang mengalami masa kritis, dan dari tinjaun medis harapan untuk sembuh sangatlah tipis. Sang suami sangat terpukul dengan berita tersebut. Maka ia segera bergegas mengeluarkan sedekah berupa emas milik istrinya. Setelah itu, ia pergi ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sang dokter memberitahukan kepadanya bahwa beberapa saat yang lalu (yakni saat bersamaan waktu sang suami bersedekah), nampak tanda-tanda membaik dan kesembuhan pada diri sang istri. Kemudian ia dipindahkan dari ruang ICU ke kamar perawatan biasa. Beberapa hari kemudian, ia telah keluar dari rumah sakit tersebut. Segala puji bagi Allah, Pemilik Keutamaan dan Kebaikan.

Gigi Gerahamnya Sembuh Total
Seorang juru dakwah wanita yang terkenal bercerita, “Aku berada di Al-Haram sejak beberapa tahun yang lalu. Suatu ketika gigi gerahamku sakit, yang aku agak terlambat dalam mengobatinya. Aku bahagia dengan keberadaanku di Al-Haram dan aku ingin menyibukkan diri dengan Al-Quran. Akan tetapi, jikalau penyakit itu terus terjadi, maka aku akan pergi ke dokter dan aku akan meluangkan waktuku.
Terlintas dalam benakku sebuah pikiran untuk menolak penyakit ini dengan sedekah. Akhirnya, aku pun bersedekah kepada seorang anak perempuan di Al-Haram. Demi Allah, hanya dalam waktu singkat, penyakitku menjadi sembuh. Dan sejak itu hingga waktu ini, aku tidak lagi membutuhkan dokter untuk mengobati penyakitku ini, karena penyakit itu tidak pernah lagi menyerangku.[15]

Diprediksi Mati, Allah Menyelamatkannya Dengan Sekedah
Syaikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Halab Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini. Akan tetapi, Allah l berkehendak menimpakan penyakit yang keras kepada anakku. Pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang anak semakin memburuk, dan keadaan kami pun menjadi buruk karena sangat bersedih memikirkan keadaan buah hati kami dan cahaya mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya anak bagi kedua orang tuanya, terutama ia adalah anak yang pertama!!
Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa tak berdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami!!
Sehatnya kita memang merupakan perintah Allah dan ketentuan-Nya, namun kita memang harus mengambil langkah-langkah pengobatan dan tidak meninggalkan kesempatan atau sarana apa pun untuk mengobatinya.

Seorang yang baik menunjukkan kepada kami adanya seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal, maka aku pun pergi bersama anakku kepadanya. Anakku mengeluhkam demam yang sangat tinggi, dan dokter itu berkata kepada kami, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, maka ia akan meninggal esok hari!!”
Aku kembali bersama sang anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang hatiku, hingga kelopak mataku tak mampu terpejam tidur. Aku pun mengerjakan shalat, lalu pergi dengan wajah muram durja meninggalkan isteriku yang menangis sedih di dekat kepala anakku.

Aku terus berjalan di jalanan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk anakku!! Tiba-tiba aku teringat dengan sedekah, dan ingat dengan hadits Rasulullah n, tatkala beliau bersabda, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” Namun, siapa yang akan aku temui di waktu malam seperti ini. Aku bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku jika aku melakukan hal itu?
Tatkala aku berada dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba ada seekor kucing lapar yang mengeong di kegelapan malam. Aku menjadi ingat dengan sabda Rasulullah n tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?” Beliau n menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Aku pun segera masuk ke rumahku, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.
Aku menutup pintu belakang rumahku, dan suara pintu itu bercampur dengan suara istriku yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?” Aku pun bergegas menuju ke arahnya. Dan, aku mendapatkan wajah isteriku telah berubah, dari permukaan wajahnya telah menyiratkan kegembiraan!
Ia berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan!!”
Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba ada seekor burung hitam yang besar dari langit yang terbang hendak menyambar anak kita, untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tiba-tiba muncul kepadaku seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya pun saling bertempur. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu, karena si burung badannya gemuk. Namun akhirnya, burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku tersenyum dan merasa gembira dengan kebaikan ini. Melihat aku tersenyum, isteriku menatap ke arahku dengan terheran-heran.”
Aku berkata kepadanya, “Semoga semuanya menjadi baik.”

Kami bergegas mendekati anak kami. Kami tak tahu siapa yang sampai terlebih dulu, tatkala penyakit demam itu sirna dan sang anak mulai membuka matanya. Dan, pada pagi hari berikutnya, sang anak telah bermain-main bersama anak-anak yang lain di desa ini, alhamdulillah.
Sesudah Syaikh menyebutkan kisah menakjubkan ini, anak tadi -–yang telah menjadi pemuda berumur 17 tahun, serta telah sempurna menghafalkan Al-Quran dan menekuni ilmu syar’i–, ia menyampaikan nasihat yang mendalam kepada kaum muslimin di masjid orang tuanya, Masjid Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan yang penuh berkah.[16]
Sumber : Buku “Berobat Dengan Sedekah”, karya Muhammad Albani, Penerbit Insan Kamil, Solo, Cet. X, Juni 2009
Footnote :
[1] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 41-42.
[2] Ibid, hal. 36-37.
[3] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[4] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah, dengan beberapa perubahan redaksional.
[5] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[6] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 48-49.
[7] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[8] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 53.
[9] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[10] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[11] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[12] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 56.
[13] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 56.
[14] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 57.
[15] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[16] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.

Sumber : http://pembinaanpribadi.blogspot.com

Senin, 29 Oktober 2012

Mengundang Kehadiran Malaikat di Rumah

Tak seorang muslimpun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syetan. Sebab kehadiran mereka di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian ruhani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga. Namun adalah rumah-rumah yang disen angi para malaikat itu? Jawabannya pasti ada. Sebab diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamna syetan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka. Lalu rumah mana saja yang akan dihadiri para malaikat itu? Berikut rumah-rumah yang dihadiri oleh malaikat. Diantaranya adalah : 1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud 2. Rumah yang senantiasa bersih 3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji 4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim 5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal 6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya. 7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran 8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu 9. Rumah yang penghuninya ada isteri salehah 10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram 11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak Di bawah ini akan saya paparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas : Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda “Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim) Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya. Sementara itu orang yang membaca Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan datangi malaikat, dijauhi syetan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi). Membaca Al-Quran dirumah dapat dilakukan sendiri-sendiri, bersama-sama (dalam Majelis Taklim) atau dengan cara memanfaatkan teknologi yang sekarang ada yaitu menggunakan peralatan Audio MP3. Membaca sendiri-sendiri maupun bersama-sama biasanya dilakukan untuk kurun waktu tertentu (beberapa jam). Kemudian dapat dilanjutkan dengan menggunakan peralatan Audio MP3, bacaan Al-Quran dapat diputar sepanjang malam. Tentu saja dengan suara yang tidak perlu terlalu keras, dan dapat disalurkan keseluruh ruangan kamar yang kita miliki dirumah menggunakan speaker yang dapat kita buat masing-masing disetiap ruangan. Seperti diketahui, dimasyarakat awam beredar pendapat bahwa bayi dalam kandungan akan sangat baik diperdengarkan suara musik symphoni tertentu untuk alasan tertentu. Tapi ketahuilah, bahwa hal itu tidak Islami dan menyesatkan. Oleh karena itu, agar masyarakat kita tidak disesatkan dengan tindakan dan informasi yang menyesatkan seperti itu, maka hal tesebut harus kita perbaiki. Untuk ibu-ibu hamil, dengan menggunakan fasilitas tehnologi terbaru seperti peralatan audio MP3, kita bisa perdengar kepada ibu bayi dan bayi dalam kandungan, suara bacaan / Murotal Al-Quran. Insya Allah, hal ini akan sangat baik bagi pertumbuhan jiwa dan raganya, baik semasa dalam kandungan maupun setelah lahir. Karena sejak dalam kandungan, bayi telah diperkenalkan dengan Kalimatullah. Begitu pula, bila didalam rumah tinggal kita juga perdengarkan bacaan Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa. Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaimu sebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim) Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi). Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.” Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi. Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu. Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memiliki anjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)" [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah] Ibnu Hajar berkata : "Ungkapan malaikat tidak akan memasuki...." menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)". Tetapi, pendapat lain mengatakan : "Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : "Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh setan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapa Jibril belum datang ?" Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. "Kapan anjing ini masuk ?" tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : "Entahlah". Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. "Mengapa engkau terlambat ? tanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: "Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)" [HR. Muslim]. Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing". [HR Muslim] Imam Nawawi mengomentari hadits tersebut : "Hadits di atas memberikan petunjuk bahwa membawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci dan malaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhah yang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94] Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim). Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkan dari syetan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasa meningkatkan bobot dan kapasitas keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini kita butuhkan karena hidup ini tidak pernah henti berputar. Waktu kita terus bergulir dan kita tidak bisa menghentikannya. Umur kita terus mengkerut dan kita tidak bisa lagi merentangnya. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal saleh dengan segera, tanpa ditunda!!